Sambongan Pancur

Penulis: Wahyu Apriliansyah (Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Pamotan)


Sambongan Desa Pancur (Fotografer: Wahyu Apriliyansyah, 2017)
Saya Wahyu Apriliansyah. Saat ini saya masih duduk di bangku kelas XI IPS 2 SMAN 1 Pamotan. Saya tinggal di Desa Pancur, sebuah desa di pusat kecamatan Pancur. Pancur terdiri dari beberapa dukuhan seperti tiyang,  tengger,  ropoh,  dan gunung kendil. Saya akan menceritakan salah satu tujuan wisata di Desa Pancur. Sambongan,  merupakan wisata alam yang terletak di dukuh Gunung Kendil. Gunung kendil berada di bagian utara desa pancur,  tepat diatas gunung, gunung tersebut juga bernama gunung kendil. Dapat dibayangkan pemandangan yang ada di Gunung Kendil pasti sangat indah. Terlebih terdapat aliran sungai yang menuju ke Sambongan.

Untuk menuju ke Sambongan kita bisa melewati 2 jalur. Pilihan pertama ketika kita lewat desa warugunung, dari jalan gampeng yang berada diantara makam gunung bugel lurus terus sehingga menemukan pertigaan dan kita mengambil arah kanan, ketika kita sudah belok kanan maka kita tinggal berjalan lurus dan sampai di Sambongan. Pilihan kedua yakni lewat dukuh tengger. Dari perempatan masjid pancur kita berjalan ke arah utara, setelah ada pertigaan kita belok kanan lurus terus dan akan menemukan perempatan dukuh tengger kemudian belok kiri dan ikuti jalan sampai dukuh Gunung Kendil dan nanti sampai Sambongan. Namun saya sarankan untuk memilih pilihan pertama,  karena pada pilihan kedua akses jalan menuju dukuh Gunung Kendil terbilang rusak.

Sebenarnya Sambongan merupakan sebutan untuk tempat yang digunakan untuk mengatur debit air yang melewati sungai setempat. Disana kita bisa menikmati pemandangan alam yang menakjubkan. Taman mulai dibangun, sehingga wisatawan dapat bersantai sambil menikmati aliran air. Dahulunya aliran sungai yang menuju Sambongan digunakan masyarakat untuk MCK(Mandi Cuci Kakus). Tak jarang anak-anak juga berenang disana. Mereka juga bisa memancing ikan disana. Namun,  seiring berjalannya waktu tempat ini dijadikan swbagai tempat wisata. Pemerintah desa juga giat melakukan pembangunan. Semua itu dilakukan untuk merawat serta memperindah Sambongan. Sehingga siapapun yang datang kesana akan terpesona.
Previous
Next Post »