Desa Bangunrejo

Penulis: Ninik Purwati*

Sejak kecil saya tinggal dan dibesarkan di desa Bangunrejo tepatnya di RT 04 RW 02 Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang. Saya tinggal bersama keluarga yang terdiri dari 4 orang anggota keluarga. Desa Bangunrejo sendiri dibagi menjadi dua wilayah, yaitu "Bedog Pinggir Dalan" (kawasan disekitar lintasan jalan raya) dan "Bedog Njero" (kawasan yang jauh dari jalan raya) dimana keduanya sama-sama dipisahkan oleh sebuah jembatan baik melalui jalur Barat maupun Jalur Timur. Saya dan keluarga termasuk warga yang tinggal didaerah pinggir jalan raya. Akhir- akhir ini lapangan desa selalu ramai setiap sore harinya, para warga biasa bermain voli dan bulu tangkis bersama. Peluang ini dimanfaatkan oleh para pedagang keliling untuk "mremo" .

Disepanjang jalan raya banyak kita temui bentang warung yang mana biasa digunakan oleh para sopir atau pengendara untuk beristirahat sejenak. Disini, kita bisa minum teh, es kelapa muda, makan gorengan, atau sekedar nongkrong bersama teman-teman, hal yang biasanya dilakukan oleh para pemuda.

Desa ini memiliki banyak persawahan terutama di daerah "Bedog Njero", meski berada di daerah dataran rendah desa ini juga memiliki beberapa hasil perkebunan, misalnya melon, tebu, semangka, tomat, cabai, degan, dan kelapa. Karena hasil kelapa dan degannya yang melimpah, desa ini dipercaya menjadi desa pemasok degan serta kelapa untuk wilayah Pamotan dan sekitarnya.

Desa Bangunrejo juga mempunyai sebuah tempat yang terletak dikaki gunung dengan pepohonan besar dan rindang bernama "Sumber Dipo" . Tempat ini memiliki sumber mata air yang mengalir langsung dari gunung yang diyakini oleh masyarakat sekitar dapat digunakan untuk terapi, biasanya mereka meminum langsung dari sumber mata air. Karena letaknya berada di daerah yang cukup tinggi, jadi para pengunjung bisa menikmati pemandangan suasana desa yang masih asri dan sejuk dan juga pemukiman warga dari atas tempat ini. Hal ini sangat mendukung untuk para pengunjung yang senang mengabadikan momen dengan berfoto. Akan tetapi, potensi ini kurang diperhatikan oleh masyarakat sekitar.

Kuliner khas yang tidak asing bagi masyarakat desa adalah "Bubur Jagung". Makanan ini terbuat dari dari tepung jagung yang kemudian diolah sedemikian rupa dan ditaburi dengan gula pasir diatasnya. Makanan ini memiliki tekstur yang halus dan rasa yang manis. Keguyuban antar warga pun masih bisa dirasakan karena para warga sering membagikan hasil masakannya terhadap tetangga bersebelahan.

* Siswa SMA Negeri 1 Pamotan saat ini sedang duduk di bangku kelas XI Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial
Previous
Next Post »